Blog ini nampaknya SUDAH SANGAT LAMA tidak ku singgahi. Aktivitas yang dulu sangat menyenangkan ini tiba-tiba terlupakan setelah ada 'platform' baru yang jadi 'micro-blog.' Tiba-tiba saja aku rindu menulis disini, yah, walau dulu cuma tulisan receh berisi curhatan versi anak SMA.
2022 sebentar lagi. Aku membulatkan tekad ingin mengisi blog ini lagi. Kalau aku lupa, plis ingatin aku, ya? Hehe.
--
2020 adalah tahun yang berat bagi sebagian besar orang. Namun, di tahun 2020 aku seperti menemukan passion ku yang lain. Dari keisengan di tahun 2019 untuk membantu handling social media, di pertengahan 2020 tiba-tiba aku dapat banyak tawaran untuk handling social media lainnya. Mini Agency yang dulu malu-malu aku tunjukkan sekarang sudah makin berani aku kenalkan ke dunia luar.
Team-ku kini berjumlah sekitar 10 orang, 11 orang ding sama aku. Semakin banyak kepala di dalamnya. Harapanku sih, aku tidak besar kepala walau jadi kepala. Aku mau tetap membaur, berbagi, dan ikut bekerja keras di dalamnya. Ya, ya, ya, jangan bilang ini pamer ya?! Ahahaha.
Ya, ke depannya tentu aku berharap hal kecil saat ini akan semakin besar. Tanpa tim dan teman-teman di dalamnya pasti gak akan pernah jadi seperti sekarang. Doakan ya?!
Hari minggu kemaren aku diajak untuk menghadiri Grand Launching salah satu produk kecantikan (komestik) asal Filipina, Maxipeel Micro Exfoliant Fluid. Cukup bangga, sih, karena dijadikan Samarinda salah satu kota buat launching produk tersebut.
Waktu kuliah dulu aku sempet tuh mempelajari mengenai kulit dan struktur serta lapisan-lapisannya. Secara, untuk bisa membuat produk komestik (waktu aku kuliah dulu) itu kita mesti paham dulu gimana si organ yang jadi tempat kerja komestiknya. Jadi, sebenernya cukup nyambung ketika dr. Melyawati, Sp.KK menuturkan tentang kulit dan berbagai lapisannya. Yang bikin aku tertarik adalah ketika dr Melyawati membahas tentang eksfoliasi kulit. Jujur, aku baru pertama kali denger, sih.
Eksfoliasi kulit adalah pengelupasan sel-sel kulit mati dari lapisan epidermis kulit, yang merupakan salah satu proses penting buat merangsang regenerasi sel kulit, terutama kulit wajah. Kebanyakan orang yang perawatan ke klinik kecantikan paling takut kalau kulit wajahnya mengelupas, ternyata itu salah satu langkah menuju kulit wajah yang sehat. Dan yang bikin aku tertarik lagi adalah ternyata makin bertambahnya usia itu proses eksfoliasi kulit bakal lebih lama terjadi, maka dari itu kulit kita makin tambah usia bakal makin kusam kalo ngga dirawat. Yah gitu, lapisan sel kulit matinya numpuk di epidermis.
Nah, buat eksfoliasi kulit itu biasanya kudu pergi ke dokter atau klinik kecantikan. Tapi nggak usah ribet lagi, sih, sekarang. Karena Splash Corporation mengeluarkan produk eksfoliasi pertama di Indonesia. Mbak Charmaine S, selaku Brand Manager dari Maxi-Peel menuturkan (dalam bahasa Inggris) bahwa Maxi-Peel Micro-Exfoliant Fluid adalah salah satu produk unggulan mereka. Kandungan asam salisilat, asam glikoliat, dan asam laktat adalah komposisi penting yang bekerja sebagai eksfolian pada kulit. Mbak Charmaine juga menjelaskan secara singkat cara pakainya. Cara pakainya ternyata gampang banget, loh. Cukup tuangkan Maxi-Peel Micro-Exfoliant Fluid ini ke kapas, terus usapkan ke bagian wajah dan leher. Pakainya mesti rutin sebelum tidur supaya dapet hasil yang maksimal. Oia, waktu menggunakan ini sih nggak boleh dicampur dengan penggunaan pembersih lainnya (terutama yang mengandung alkohol). Sebelum pakai produk ini ada baiknya, sih, untuk skin test dulu, ya.
Selain praktis, ternyata produk ini cuma dibanderol dengan harga Rp 20.000,- per botolnya. Duh, udah pas di kantong, praktis pula. Kamu udah pernah nyoba? Coba tulisin pengalaman kamu di comment box yah?!
Ck. Lama banget sih ya ini blog udah kagak pernah dibuka. Ekspektasinya sih, setelah lulus kuliah bakal lebih rajin nge-blog. Ternyata salah besar, gaes. Realitanya setelah bekerja aku makin sibuk menggeluti kehidupan di luar blog. Sibuk leyeh-leyeh di kantor sampai sibuk melakukan hobi baru: foto makanan.
Sebenernya sih, ini hobi lama yang baru di upgrade lagi mumpung udah punya alat (yang gak seberapa ini) buat mengasah hobi aku lebih dalem lagi. Bukan cuma hobi ini yang ke upgrade, akhirnya berat badan pun ke upgrade juga. Pola makan nggak bener nih, jadi makan mulu.
Dua tahun belakangan ini aku sama temen-temen emang lagi mengembangkan sebuah akun kuliner di media sosial Instagram. Pertumbuhannya cukup lumayan sih, untuk saat ini. Dari akun tersebut juga akhirnya sedikit demi sedikit pemasukan mulai bertambah. Kalo kalian anak samarinda mungkin sudah nggak asing sama akun kuliner bernama "Samarinda Foodies".
Sedikit cerita, akun tersebut dibuat karena keresahan aku dan temen-temen akan kurangnya referensi kuliner di Samarinda. Mau makan, disitu-situ aja. Mau coba cari makan di tempat lain, ga ada referensi dan takut zonk. Akhirnya memberanikan diri membuat akun kuliner tersebut.
Urusan konten, sejak dua tahun lalu aku sedikit puas sih melihat perkembangannya. Dulu, moto makanan nggak pake konsep, asal jepret, upload, caption seadanya. Sekarang, caption pun perlu proses editing (kadang) dan bahkan untuk tone foto punya standar sendiri. Hehehe.
Ini foto kurang lebih satu tahun lalu, masih pake handphone.
A post shared by Samarinda Foodies (@smrfoodies) on
Hehehe. Sekarang aku lagi ngembangin akun kuliner satu lagi, karena agak gimana gitu kalau ngebahas kuliner tempat lain di akun itu. Doain blog khusus akun itu cepet diniatin ya! xD
Mungkin sekian postingan kali ini, sepertinya kalau makin banyak makin pamer jadi disudahi saja. Sampai ketemu di post berikutnya.
Hello! Udah lama banget gak nulis disini. Sebenernya ngeblog itu sekarang masih 'kekinian' gak sih? Kayaknya banyak temen-temen blogger aku yang udah jadi pasif dan mulai meninggalkan blog-nya tapi tetep aktif di media sosial lain, termasuk aku sendiri. Mungkin blog juga perlu 'ikut-ikutan' berinovasi membuat 'blog stories' biar orang-orang pada rajin nge-update blognya xD
Gak kerasa udah mau bulan Mei,
tandanya udah hampir 4 bulan aku menetap di kota pelajar ini, Yogyakarta.
Selama disini, gak banyak tempat wisata yang aku kunjungi. Padahal Yogyakarta
selain terkenal sebagai kota pelajar, juga terkenal sebagai kota yang banyak tempat
wisatanya. Beberapa tempat wisata, seperti Tugu Jogja, Malioboro, Pasar
Beringharjo, dan Titik Nol Kilomoter, memang sudah aku kunjungi. Karena memang
lokasinya masih dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor. Hihi. Untuk wisata
alam dan sejarah sendiri, Yogyakarta sebenarnya banyak. Tapi karena gak ada
pemandu dan lokasinya lumayan jauh, gak sempet ngunjungin. Wisata alam yang
udah aku kunjungi, paling jauh ya Pantai Parangtritis *miris*
Minggu ini hingga satu bulan ke
depan kampus aku lagi libur, karena lagi ada masa transisi menuju praktek gitu.
Kebetulan temen aku yang lagi studi di Jakarta berkunjung ke Jogja, ngunjungin
pacarnya, yang notabene temenku juga sebenernya. Hahaha. Jadi, kesempatan itu
kami manfaatkan untuk berwisata satu dua hari di Yogyakarta. Salah satu tempat
yang kami kunjungi adalah tempat wisata Candi Prambanan. Lokasi Candi Prambanan
sekitar 30 sampai 45 menit dari kos aku di daerah Paingan.
Tepat pada hari Minggu, 25 April
2016, dengan persiapan matang berangkatlah kami menuju Candi Prambanan. Kurang
lebih30 menit perjalanan, kami akhirnya
sampai juga di Kompleks Candi Prambanan. Untuk masuk ke dalam Candi Prambanan
ini, kamu diharuskan membayar tiket masuk seharga Rp 30.000,-. Cukup terjangkau,
sih, untuk tempat wisata bersejarah seperti ini. Dengan melawan sengatan
matahari, kami berjalan menuju sentral Candi Prambanan. Walaupun cuacanya
lumayan hangat, kami tetap bersemangat. Rumput hijau yang membentang di sekitar
Candi, bikin mata seger.
Narsis dulu di Kompleks Candi Prambanan, Minggu 25/04/2016
Sesampainya di Kompleks Candi
Prambanan, kami langsung takjub. Sebagai warga Indonesia yang beragama Hindu,
aku sama sekali lupa dengan sejarah di Candi ini. Beberapa kali digodain temen
supaya jadi tourguide, ngejelasin sejarah dan ukiran-ukiran di dinding Candi,
aku Cuma bisa senyum-senyum kecut karena gak tau apa-apa. Untungnya, jaringan
internet disana gak terhambat, jadi bisa googling sedikit mengenai Candi
Prambanan. Hihi.
(Candi Prambanan, Minggu 25/04/2016)
(Candi Prambanan, Minggu 25/04/2016)
Candi Prambanan adalah salah
satu candi pada masa kerajaan Hindu. Sejarah Candi Prambanan dibangun pun
lumayan unik. Alkisah, Bandung Bondowoso ingin memperistri Roro Jonggrang atas
kecantikannya. Alih-alih ingin menolak Bandung Bondowoso karena tidak
mencintainya, Roro Jonggrang menyiapkan strategi untuk menolak Bandung
Bondowoso dengan syarat dibuatkan 1000 candi dalam satu malam sebelum fajar
tiba. Dengan bantuan dari para jin, Bandung Bondowoso menyanggupi permintaan
Roro Jonggrang. Namun, Roro Jonggrang cemas melihat pekerjaan Bandung Bondowoso
yang hampir selesai. Karena itu ia mengumpulkan semua putri desa untuk membakar
jerami dan memukul lesung, agar terkesan fajar segeraa tiba. Melihat hal itu,
jin-jin yang semula membantu Bandung Bondowoso berlari meninggalkan pekerjaan
mereka karena mengira fajar segera tiba. Bandung Bondowoso pun marah dan
mengutuk Roro Jonggrang menjadi Arca. Arca Roro Jonggrang ini bisa kalian
temuin loh disebelah utara candi utama prambanan.
Konon katanya, jika pasangan
yang datang kesini bakal kena kutukan Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang
sehingga hubungan mereka pasti berakhir. Tapi gak tau juga sih, percaya gak
percaya sih, ya?
Satu hal yang tidak terlupakan, ketika berada
dilokasi tentunya kami mengabadikan moment-moment disana. Pastinya gak afdol kan, jalan
jauh-jauh ke tempat bersejarah tanpa mengabdikan momentnya. Nah, ini ada
beberapa moment yang sempat diabadiin waktu berkunjung ke Candi Prambanan.
Narsis lagi di salah satu candi, Kompleks Candi Prambanan (Minggu, 25/04/2016)
Groupie di Candi Siwa, salah satu candi di kompleks Candi Prambanan (Minggu, 25/04/2016)
Eh, tau gak sih kalau 3 foto terakhir adalah foto yang diambil pake smartphone super kece, OPPO F1. Dan semua foto di atas tanpa editing loh hihih. OPPO F1 kan udah kece abis tuh ya, ternyata ada lagi yang lebih kece, yaitu OPPO F1 Plus. Nah loh, ada plusnya udah pasti ada fitur tambahannya kan yak?
Selfie pake kamera depan OPPO F1 nih hihi (Candi Prambanan, Minggu 25/04/2016
Buat kamu yang suka selfie, OPPO F1 Plus sudah dilengkapi dengan kamera depan berkekuatan 16mp loh. Wuih, 8mp aja udah kece dipake foto, gimana kalo kamera depannya 16mp ya? Hmmm. Kamera belakangnnya juga gak kalah kece kok, 13mp. Kamera depan OPPO F1 Plus menggunakan teknologi ISOCELL, yang memungkinkan noise yang rendah dan foto yang kamu tangkap bakal lebih tajem. Sadeeeeeest. Fitur Beauty yang ada di kamera depan juga bisa bikin kamu tambah cantik kalo selfie, hihi. Kali aja mantan kamu nyesel pernah mutusin kamu kan begitu liat foto selfie kamu. Hahaha.
Pakai OPPO F1 aja udah kece gini, apalagi pake OPPO F1 Plus ya *ngiler* (Candi Prambanan, Minggu 25/04/2016)
Soal memori, beuh jangan ditanya deh. OPPO F1 Plus udah didukung dengan RAM 4 GB dan Memory Internal sebesar 64 GB. Masih kurang? Bisa kok ditambahin pake memory eksternal sampai 128 GB. GILA! Udah gitu OPPO F1 Plus juga udah make teknologi Touch Access, dimana kamu gak perlu nunggu lama buat nge unlock handphone kamu. Dan teknologi ini bisa juga digunain buat finger print loh. Wih!
Nah, buat kamu yang masih penasaran sama spesifikasi OPPO F1 Plus langsung aja kali ya liat di video di bawah ini:
Kayaknya postingan kali ini cukup segitu dulu kali ya! Sampai bertemu dipostingan selanjutnya!
Postingan ini disertakan dalam Blog Photo Contest OPPO F1 Plus, #SelF1eXpert Senyum Untuk Indonesia.
Gimana kabar kalian? Baik aja kan? Syukurlah. Duh, aku mau ngeluh nih. Udah lama gak nulis di blog ini. Pengennya sih bisa konsisten, cuma belum tau mau nulis apaan yang menarik para pembaca biar pada ngadem disini. Tampilannya juga gitu-gitu doang sejak 2012 silam. Sudah empat tahun dengan template yang sama. Hiks.
Jangan tanya mengapa
aku tidak bisa berhenti mencintaimu, karena aku pun tak tau pasti jawabannya.
“Maaf,” kemudian kamu
berlalu pergi, meninggalkan ku dengan tatapan nanar. Hanya bahumu yang bisa
kulihat untuk terakhir kali. Aku tak sanggup menatap wajahmu, wajah teduh yang
belakangan ini meyakinkanku bahwa kamu adalah satu-satunya.
Namun ternyata aku
bukan satu-satunya untukmu. Bahkan, kau rebut mahkota ku, harta paling berharga
dalam hidupku. Sesuatu yang harus kupertahankan.
Entah siapa yang
salah. Aku yang terlalu mempercayaimu, atau kamu yang mempermainkanku. Semuanya
terlihat abu-abu. Pandanganku seketika buram, aku menjatuhkan diri dan tidur
untuk selamanya.